oleh

Bagaimana menjadi Mahasiswa ?

Masa transisi dari seorang siswa menjadi mahasiswa adalah bagian dari proses yang hari ini saya rasakan.

Saat ini saya mahasiswa baru di jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menjadi mahasiswa bagi saya tentu adalah hal yang baru namun pastinya menjadi mahasiswa adalah kebanggaan, bagaimana tidak. ada ribuan orang yang meneteskan air mata hanya karna mereka tidak lulus untuk mengemban status sebagai mahasiswa artinya tidak semua orang bisa menjadi mahasiswa mereka hanya orang orang pilihan dan bagi saya mereka adalah orang orang yang beruntung karenanya sebagai mahasiswa kita mesti bersyukur.

Namun dalam prosesnya saya di hantui pertanyaan pertanyaan, sebenarnya menjadi mahasiswa itu bagaimana ???

Diawal saya meyakini bahwa menjadi mahasiswa adalah untuk kekampus dan mengikuti setiap perkuliahan atau kurang lebih seperti di Dzaman SMA bedanya paling hanya solan pakaian, Mahasiswa kita bebas rapi mengunakan pakaian dan tidak mesti harus seragam seperti di SMA.

setalahnya saya kembali bertanya pada diri saya, kata Maha di depan Siswa itu untuk apa, jika mahasiswa dan siswa itu sama.

“Ahhh sudahlah tidak penting, pesan orang tua saya yang penting dapat nilai A dan lulus tepat waktu, yah intinya saya fokus saja belajar dan patuh atas semua aturan yang ada di kampus”

Menjadi mahasiswa menuntut saya untuk tinggal jauh dari orang tua, dikendari saya tinggal bersama senior senior saya disekretariat organisasi kemahasiswaan.

“Bagi saya adalah suatu kehormatan dan kesempatan tinggal serumah bersama mereka sebap saya berharap mereka bisa menjadi mentor agar saya setiap semesternya bisa dapat nilai A dan selesai tepat waktu”

Saya coba berkenalan dengan mereka sebap dalam serumah mestinya kita semua saling kenal sebap saya berpikir mereka akan menjadi keluarga baru bagi saya dirantau.

“Setelah mengenal mereka saya dikejutkan oleh beberapa hal dan asumsi serta harapan saya tentang mereka jauh dari kata tepat, bagaimana tidak saya berharap mereka bisa menjadi mentor agar saya dapat nilai A setiap semesternya, tapi sebagian dari mereka selalu dapat Nilai E dan bahkan di Antara mereka ada yang kuliahnya bertahun tahun atau tepatnya sedikit lagi di Drop Out (DO) dari kampus, lah pertanyaannya bagaimana mereka bisa membimbing saya agar cepat selesai”

Namun bersama mereka saya banyak mengikuti aktifitasnya, ada yang hari harinya menjadi demonstran dijalan, bahkan saya bertanya memangnya mahasiswa harus demo yah ? Hehehehe.. ada juga jadi elit elit Kampus seperti misalnya menjadi Presiden Mahasiswa, Menjadi Dewan Perwakilan Mahasiswa dan lain sebagainya, yang membuat mereka sibuk dengan segala aktivitasnya.

Seminggu saya menjadi mahasiswa saya di cekoki oleh salah seorang senior yang juga tinggal serumah dengan saya, saya di paksa membaca buku setiap malamnya, buku tentang pergerakan mahasiswa, buku tentang kepemimpinan dan buku buku lainnya yang menguras tenaga saya berfikir dan membuat saya mengenyampingkan hoby saya, hoby yang saya geluti sejak SMA bermain game online, hehehe maklum generasi milenial.

Mengikuti aktifitas mereka sampai di paksa
Membaca, diajar menulis opini dan selalu diajak berdiskusi mengajarkan saya banyak hal. dari mereka saya belajar bagaimana sebenarnya menjadi mahasiswa.

“Bahwa mahasiswa tidak hanya untuk ngampus, dapat nilai A, atau bahkan lulus secepat mungkin tetapi menjadi mahasiswa lebih dari pada itu, sebab Mahasiswa adalah amanah, tanggung jawab yang mesti di emban dan dijalankan semaksimal mungkin”

Sebab menjadi mahasiswa tidak hanya sebagai status, tetapi mahasiswa adalah sebuah frasa yang memiliki makna. Menjadi mahasiswa tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Saya sepakat dengan senior saya bahwa mahasiswa di emban peran untuk menjadi
Agent of Change, Direct of Change, Moral Force, Iron Stock, dan Social Control, maka karenaya kita berkewajiban menjadi solusi disetiap permasalahan yang terjadi pada bangsa ini seperti yang dilakukan oleh mahasiswa mahasiswa terdahulu dibeberapa segmen misalnya tragedi reformasi di tahun 1998 yang menjatuhkan presiden Soeharto karna dalam masa kepemimpinan dikenal Otoriter dan super power.

“Mejadi mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar lalu kemudian memperkaya diri dengan pengetahuan tetapi semua itu juga butuh aktualisasi nyata agar memiliki makna dan dapat menjadi solusi bagi segala hal yang menjadi persoalan rakyat”

Mahasiswa harus berkarakter dan memiliki ciri, kata senior saya ciri mahasiswa itu harus RAKUS, Rakus yang di maksud ialah R (Rasional), A (Analisis), K (Kritis), U (Universal) dan S (Sistematis). Begitulah Mahasiswa yang saya pahami dari mereka.

Oleh karenanya menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan selembaran ijazah, tapi kata Najwa Shihab dalam bukunya yang saya baca ialah “Apa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk” Mejadi mahasiswa harus peduli terhadap rakyat sebap sejatinya mahasiswalah penyambung lidah rakyat yang sebenarnya.

Akhirnya saya ingin mengatakan bahwa menjadi pemuda yang berlebel mahasiswa adalah sebuah kehormatan adalah sebuah momentum dan kesempatan untuk memberi arti dan mengabdi terhadap bangsa untuk kepentingan rakyat.

Salam Hormat saya Mahasiswa Baru yang sedang belajar bagaimana menjadi Mahasiswa di laboratorium peradaban (Kampus), tulisan ini adalah bagian dari proses saya untuk belajar. Mohon maklum atas kesalahan dan kekurangan.

Penulis : ALDI (Maba Teknik Arsitektur UHO, Asal Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara)

17
Jurnalis SR
Author: Jurnalis SR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar