oleh

Rusaknya Jalan Raha-Lakapera Mengamputasi Perdagangan Domestik di Tiga Kabupaten Dalam Menyuplai Hasil Produksi Pertanian

KENDARI, SwaraRepublik.com – Ruas jalan poros raha-lakapere di kabupaten muna yang menghubungkan tiga kabupaten yakni muna,muna barat dan buton tengah mengalami rusak parah sejak sejak lama namun sampai hari ini pemprov sultra dianggap tidak dapat menuntaskan masalah tersebut. sebagai status jalan penghubung antar daerah atau jalan provinsi, pemprov memegang peranan penting dan bertanggung jawab dalam menuntaskan ruas jalan yang rusak di berbagai kabupaten di provinsi tenggara salah satunya jalan raha-lakapera.

Fajar Imsak, DPW Permatani Sultra

Akhir-akhir ini masyarakat dan pemuda memblokir dan memblokade jalan raha-lakapera khususnya di sepanjang jalan desa laiba,desa wakumoro dan sekitarnya sebagai imbas dari kekecewaa masyarakat terhadap pemerintah provinsi sultra yang seakan-akan menutup mata dengan kondisi tersebut. Jika di telisik jalan raha-lakapera sebagai status jalan provinsi sultra dan jalan penghubung antar tiga kabupaten sangat berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah. Di lihat dari hasil pertanian bahwa di tiga kabupaten yaitu muna,muna barat dan buton tengah sebagai kabupaten yang saling menyuplai hasil produksi pertanian artinya tiga kabupaten tersebut saling ketergantungan di bidang pertanian dalam meningkatkan perekonomin masyarakat dan daerah. “Ujar fajar imsak”kamis (26/8/2021).

“Fajar imsak” berpendapat bahwa pemblokiran jalan yang di lakukan oleh masyarakat di ruas jalan raha-lakapera wajar saja di lakukan karena secara tidak langsung mengamputasi perekonomian masyarakat karena jalan adalah akses yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat yang akan di lalui transportasi melalui jalur darat.

“fajar imsak” menegaskan kepada Pemerintah provinsi sultra mestinya harus jeli menanggapi hal tersebut sesuai dengan program pemerintah menuntaskan persoalan kerakyatan salah satunya adalah pembangunan infrastruktur jalan sehingga terciptanya kesejahteraan masyarakat sesuai dengan program pemerintah.”tuturnya”

Olehnya itu DPW permatani sultra menghimbau kepada pemerintah provinsi sultra melalui Dinas sumber daya air dan bina marga segera mungkin melaksanakan pengaspalan di ruas jalan raha- lakapera yang rusak parah khususnya desa la iba sampai desa wakumoro. Pemprov Sultra memang sudah menganggarkan sekitar 10 miliar untuk pengaspalan jalan provinsi terletak di desa bea kelurahan laimpi kecamatan kabawo dan desa laiba-Desa wakumoro kecamatan parigi akan tetapi dengan adanya kebijakan refokusing sehingga anggaran yang telah di sepakati di pangkas menjadi sekitar 6,3 miliar akibat dari pandemi covid-19 dan hanya cukup memperbaiki desa bea kelurahan laimpi.
sementara desa laiba dan wakumoro akan dianggarkan di APBD Perubahan.

Mestinya pemprov sultra mengambil langkah yang kongkrit akibat dari pemangkasan anggaran tersebut dengan cara mengalihkan anggaran yang tidak perlu ke pembangunan infrastruktur jalan raha-lakapera yang menghubungkan tiga kabupaten yang telah rusak.permatani sultra menilai jalan sebagai urat nadi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah sebagai jalur perdagangan domestik antar daerah.”pungkasnya.

656
Ratutria Aros Purnama
Author: Ratutria Aros Purnama

Jurnallis SwaraRepublik.com